ID Desa
259
Kode Desa
35.20.18.2008
Kecamatan
Sidorejo
Nama Desa
Sumbersawit
Nama Kepala Desa
Sunyoto
Kode Pos
63363
Telepon
Email
Alamat Kantor
Ds Sumbersawit RT/RW:004/03 Ds Sumbersawit

Vissi;Terciptanya tata kehidupan masyarakat Desa Sumbersawit yang titi tata tentrem kerta raharja.Subur makmur Gemah ripah loh jinawi,Agamis,Guyub rukun,berkeadilan sosial manunggal saiyeg saeka kapti mbangun desa.

Missi;

1.Meningkatkan taraf pendidikan fisik dan mental masyarakat.

2.Mempertahankan nilai-nilai kerukunan dan persatuan di dalam masyarakat.

3.Melestarikan nilai Gotong royong masyarakat sebagai warisan leluhur bangsa.

4.Meningkatkan kwalitas pertanian sebagai soko guru perekonomian nasional.

5.Melestarikan sikap tenggang rasa sesama masyarakat desa.

6.Menanamkan rasa nasionalisme dan jiwa Pancasila kepada Masyarakat

7.Menanamkan sikap disiplin dan etos kerja.


MENGUAK TABIR SEJARAH DESA SUMBERSAWIT

     Air adalah kehidupan, dimana ada air disitulah denyut degup kehidupan itu ada, tumbuh kembang menuju causa prima titik tolak dari segala yang ada, begitupun dengan awal mula terbentuknya komunitas kehidupan di bumi Sumbersawit karena banyak titik-titik mata air yang mengalir sepanjang tahun tanpa jeda sekalipun di dera kemarau panjang inilah yang menarik hasrat manusia pra sejarah yang dahulu hidupnya nomaden memilih menetap di sekitar mata air.karena lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan minum dan bercocok tanam.

     Istilah nama ‘Sumbersawit’ dimungkinkan mulai disematkan kepada wilayah yang memiliki tujuh titik mata air ini. Diperkirakan seiring dengan penyematan nama Desa Sumberdodol (areal sumber yang dijadikan tempat jual beli(=dodol)), Desa Tapak(karena ada situs jejak telapak kaki di atas batu andesit di wilayah Desa Tapak). Mungkin penyematan nama-nama desa ini sebagai sabda pandita ratu pemimpin tempo dulu untuk memberi nama desa-desa baru di kawasan kaki lereng lawu ini.

Ada beberapa versi rujukan etimologi lahirnya penyematan nama Sumbersawit. Versi yang pertama,

Sumber Sak Wit

“Satu pohon rindang yang di bawahnya mengalir sumber mata air”

     Tempat ini merujuk pada satu tempat di Sumber Seduyo.Sebuah sumber yang dinanungi oleh satu atau sak wit pohon rindang yang diyakini merupakan tempat yang sakral,mampu menambah sugesty rasa percaya diri dan daya atau doyo kekuatan lahir dan batin.Banyak pelaku spiritual yang melakukan lelaku ditempat ini pada hari-hari tertentu.Entah sekedar wiridan,ritual,mengambil airnya untuk keperluan yang sifatnya privacy,membilas benda pusaka tosan aji. bahkan menurut penuturan spiritualis dari Kesultanan Yogyakarta yang tidak mau disebutkan namanya ada semacam garis aliran air dari Sumber Seduyo (Sumber Sak Wit) yang menghubungkan ke Sendang Derajat Gunung Lawu

Versi yang kedua,

     konon dahulu Banyak pohon kelapa yang tumbuh di kawasan Bumi Sumbersawit.Dekade tahun 1800-an dan tahun 1980-an saja masih banyak dijumpai pohon kelapa yang tinggi menjulang ke langit daunya melambai-lambai ditiup sejuknya hawa pegunungan.digabungkan banyaknya sumber mata air yang ada dikawasan ini sabda pandita ratu penyematan nama wilayah yang memiliki udara asri nan sejuk ini diberi nama “Sumbersawit”.

Versi yang ketiga,

    Saat memulai ngawiti-miwiti atau awit babad alas sang Cikal bakal di awiti dari pedukuhan Sawit.setelah dirasa haus sang cikal bakal berjalan menyusuri jalan menurun dijumpai sumber air yang bening dan sejuk.setelah minum sekedarnya lantas membuka selasangan wadah bekal untuk sekedar mengisi perut.Hingga rejane jaman atau ramainya jaman Sumber air tersebut bernama Sumber Selasang.Sumber air yang dekat dari pedukuhan Sawit saat ngawiti awit babad alas hingga rejane jaman diberi nama Desa Sumbersawit Kecamatan Sidorejo.

 

ASAL-USUL PEDUKUHAN BARAN DESA SUMBERSAWIT

     Tak banyak yang tahu jika Ompak soko guru atau entah ompak soko rowo dari Arsitektur bangunan Langgam Jawa yang berada di Dukuh Baran RT;001/02 desa Sumbersawit .Menurut sumber sejarah lisan adalah ompak Masjid Tiban yang urung didirikan karena lini fajar keburu menyingsing dari ufuk timur.Masyarakat setempat menyebutnya dengan istilah "kemenungsan".menurut gothek dongeng masjid tiban didirikan dalam tempo yang sangat singkat yakni dalam tempo satu malam saja saat Islamisasi mulai masuk ke tata kehidupan masyarakat Jawa yang di pandhegani oleh Wali songo.

     Karena kemenungsan atau terlanjur menjelang pagi maka pendirian Masjid tiban inipun urung alias gagal atau bubaran."BUBARAN-BAR-BARAN amarga kemenungsan hingga rejane jaman pedukuhan setempat bernama Dukuh Baran desa Sumbersawit.Di punden Baran masih kita jumpai watu ompak dan pecahan bata merah ukuran besar yang ada huruf Hijaiyah yang oleh masyarakat setempat dijaga kelestarianya sebagai benda cagar budaya.

     Kemudian selang waktu berikutnya Pendirian Masjid Tiban di Dusun Sampung Desa Sidorejo bisa sukses berdiri dan makmur hingga sekarang.SAMPUNG dari kerata bahasa SAMpun ramPUNG anggenipun yasa masjid tiban nggiyaraken kapitayan risalah agama Islam di kawasan kaki Gunung Lawu.

 

ASAL USUL PEDUKUHAN MITIR DESA SUMBERSAWIT

     Bisa dikata sebagai petilasan sekaligus pesareyan atau makam.Menurut gothek sejarah dan tutur di tempat yang dikelilingi pagar pagar batu ini dulu ditemukan semacam nawala,surat,atribut atau layang dari para raja tempo dulu.Tak banyak yang tahu nawala atau layang yang dikawal oleh 2 pengawal yang setia menjaga dan mengawal hingga akhirnya sang pengawal ini wafat dan dikebumikan ditempat itu juga.Belum diketahui secara pasti ini era jaman Dinasti Isyana,Medang kahuripan,Kediri,Singasari,Majapahit ataupun Mataram Islam.Hingga rejane jaman pedukuhan tersebut bernama Dukuh Mitir Desa Sumbersawit.Kesimpulan masyarakat memang itu Layang seta Layang kumitir tapi berdasar analisir sejarah Layang Seta Layang Kumitir adalah putra patih Majapahit era Damarwulan ngenger.

ASAL MULA DUKUH BELIK DESA SUMBERSAWIT

     Disebelah barat desa ada sebuah sumber air kecil menyerupai sumur yang airnya jernih dan bening.Dahulu sebelum pipanisasi PDAM,PAMSIMAS,PAM swadaya belum masuk kerumah-rumah penduduk sumber Belik ini ramai oleh masyarakat Ngrobyong,Manggis dan Belik sendiri untuk ngangsu mengambil air untuk keperluan minum,mandi dan memasak yang ketika itu gentong tanah liat sebagai tempat penampungan tandon air dirumah rumah penduduk.Anehnya walaupun terus di ambil tapi airnya tak pernah kering.Setiap hari Jum'at Legi bulan Suro sebagai wujud syukur masyarakat karena telah dikaruniai sumber belik sebagai tempat untuk ngangsu mengambil air diadakan Dawuhan selamatan bersih desa dengan prosesi nyembelih kambing kendhit.Dan pembelian kambing nya harus hari itu juga kalau dibeli 2 hari atau sehari sebelumnya sebelum prosesi syakral dawuhan biasanya kambingnya akan mati lebih dulu.

     Pada tahun 1951 Dukuh Belik baru dihuni sekitar 30 Kk,Akses jalan utara belum dibangun,jalan SDn Ke utara masih berupa jalan lurung.jalan tembus ke Growong dan Ke Ngrobyong masih berupa jalan setapak,akses jalan utama belum begitu lebar masih tanah yang belum dimakadam yang licin saat musim hujan.Begitupun dengan jalan thuk miri sebagai akses jalan ke Sawit masih tanah belum diaspal.Bambu dan pohon pohon besar masih lebat menaungi Pedukuhan Belik dan thuk miri.Era Lurah Widji santoso sudah ada alternatif pelebaran jalan,pembukaan akses jalan baru hingga terbentuk sketsa tata ruang yang lebih tertata,jalur jalan lama dirubah dan dimakadam jadi tanjakan tidak begitu berat dilalui oleh kendaraan ketika itu.jalan tembus Belik Growong dan ke arah Ngrobyong mulai diperlebar dan era Kepemimpinan Lurah Sunyoto tahun 1990 program pengaspalan desa sudah mulai merata diseluruh pelosok desa Sumbersawit.

 

ASAL MULA PEDUKUHAN GROWONG DESA SUMBERSAWIT

    Sejak jaman dahulu kala manusia selalu mencari tempat pemukiman di sekitar air untuk kelangsungan hidupnya,demikianpun dengan masyarakat Growong pada jaman dahulu kala mengambil air di sendang mata air Growong.Dari kata dasar Growongan atau lorong goa yang keluar mata airnya.Tempat ini merujuk pada Growongan Goa disebelah barat kolam pemandian yang posisinya tepat dibawah tebing.yang sekarang titik mata airnya bergeser sedikit kebawah karena pergerakan alam.

     Nampaknya nama Growong yang artinya lobang goa yang menjorok ke dalam ini memang sesuai dan jumbuh dengan kodrat alam,terbukti belum lama ini ditemukan situs Goa Landak yang berusia ratusan tahun.setelah di eksplorasi ternyata memiliki ruangan yang cukup eksotis.Ada lagi Goa macan.dahulu sebelum harimau Jawa punah dan Sumbersawit masih banyak pohon besar dan rimbun Goa di Dukuh Growong ini menjadi tempat Harimau Jawa bermukim.

     Sekarang tempat ini dikembngkan menjadi destinasi wisata alam untuk mengenang asal usul pedukuhan Growong Desa Sumbersawit sejak jaman lampau.