ID Desa
76
Kode Desa
35.20.05.2007
Kecamatan
Kawedanan
Nama Desa
Pojok
Nama Kepala Desa
DEDY SUMEDI
Kode Pos
63382
Telepon
Email
pojokkawedananmagetan@gmail.com
Alamat Kantor
Jl. Raya Pojok RT 05 RW 02 Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan

VISI MISI KEPALA DESA POJOK

 

VISI

"Terwujudnya Masyarakat Desa Pojok yang Sejahtera, Berbudaya, Berakhlak Mulia dan Cerdas"

 

MISI

  1. Memajukan pembangunan dibidang pertanian
  2. Meningkatkan sarana dan prasarana yang mendukung perekonomian masyarakat
  3. Pengembangan UMKM berbasis potensi desa
  4. Melestarikan budaya leluhur sebagai warisan para leluhur
  5. Memperhatikan kearifan lokal tanpa menghilangkan budaya gotong royong
  6. Mengamalkan dan melaksanakan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari
  7. Melayani masyarakat secara cepat, tepat dan akurat tanpa memungut biaya
  8. Memberdayakan potensi Sumber Daya Manusia yang ada dimasyarakat antara lain :

         8.1  Pemberdayaan SDM kaum perempuan

         8.2  Pemberdayaan SDM karang taruna

         8.3  Pemberdayaan SDM yang bermuara ekonomi kerakyatan

         8.4    Mengadakan pelatihan terhadap kader desa


Latar Belakang

Desa di Indonesia pertama kali ditemukan oleh Mr. Herman Warner Muntinghe, seorang Belanda anggota Raad van Indie pada masa penjajahan kolonial Inggris, yang merupakan pembantu Gubernur Jenderal Inggris yang berkuasa pada tahun 1811 di Indonesia. Dalam sebuah laporannya tertanggal 14 Juli 1817 kepada pemerintahnya disebutkan tentang adanya desa-desa di daerah-daerah pesisir utara Pulau Jawa dan dikemudian hari ditemukan juga desa-desa di kepulauan luar Jawa yang kurang lebih sama dengan desa yang ada di Jawa (Soetardjo, 1984:36).

Terbentuknya suatu desa tidak terlepas dari insting manusia, yang secara naluriah ingin hidup bersama keluarga suami / istri dan anak, serta sanak familinya, yang kemudian lazimnya memilih suatu tempat kediaman bersama. Tempat kediaman tersebut dapat berupa suatu wilayah dengan berpindah-pindah terutama terjadi pada kawasan tertentu hutan atau areal lahan yang masih memungkinkan keluarga tersebut berpindah-pindah (sumardjo, 2010).

Setidaknya ada tiga alasan pokok dari semula orang-orang membentuk masyarakat adalah (Kartohadikoesoemo, 1965): (1) untuk hidup, yaitu mencari makan, pakaian dan perumahan; (2) untuk mempertahankan hidupnya terhadap berbagai ancaman dari luar; dan (3) untuk mencapai kemajuan dalam hidupnya. Desa pertanian merupakan gejala desa pertama-tama dibentuk, setelah membuka hutan dan mengolah lahan untuk ditanami tumbuhan yang menghasilkan makanan dan bahan kebutuhan lainnya. Di tepi laut dan sungai-sungai besar terbentuk desa-desa perikanan dan pelayaran (masyarakat pesisir) yang mendapat pencahariannya dari menangkap ikan, tambak dan jasa pelayaran. Desa di Indonesia tentunya mempunyai sejarah, namun jarang penduduk setempat yang tau tentang sejarah desanya sendiri, hal seperti inilah yang perlu diperhatikan, karena kita dapat mengetahui keadaan desa untuk kedepannya jika kita mengetahui bagaimana sejarahnya.

Rumusan Masalah

Apakah pengertian desa dan sejarah singkat berdirinya desa Pojok. 

Tujuan

Tujuan dalam makalah ini adalah untuk memberikan gambaran dan pengetahuan kepada warga masyarakat tentang terbentuknya desa Pojok, kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan.

 

Pengertian Desa

Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (Undang-undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa pasal 1 ayat 1).

Desa secara etimologi berasal dari bahasa sansekerta, deca yang berarti tanah air, tanah asal atau tanah kelahiran. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia desa adalah satu kesatuan wilayah yang dihuni oleh sejumlah keluarga yang mempunyai sistem pemerintahan sendiri (dikepalai oleh seorang Kepala Desa) atau desa merupakan kelompok rumah luar kota yang merupakan kesatuan. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Medan: Bitra Indonesia, 2013), hlm. 2)

Sejarah Singkat Berdirinya Desa Pojok

Pojok adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan Kawedanan, kabupaten Magetan provinsi Jawa Timur. Batas desa Pojok sebelah selatan desa Nguri kecamatan Lembeyan, sebelah timur desa Sukowidi kecamatan Nguntoronadi, sebelah utara desa Tulung dan sebelah barat desa Ngunut kecamatan Kawedanan. Luas wilayah desa Pojok 118,11 ha dengan jumlah penduduk 1690 jiwa, terdiri dari 776 laki-laki 814 perempuan (sumber morografi desa tahun 2019). Secara geografi desa Pojok terletak di sebelah tenggara paling ujung kecamatan Kawedanan, wilayah desa terbagi 2 yakni dukuh lomanis dan dukuh pojok. Desa Pojok terdiri dari 2 RW dan 8 RT. Motto desa Pojok yaitu Guna Karya Bangun Desa.

Desa Pojok terbelah sungai sehingga menjadi 2 bagian yakni utara dan selatan. Wilayah bagian selatan (dukuh sumbreng) terdapat benda peninggalan sejarah berupa batu terbentuk seperti tempat sesaji pemujaan. Ukurannya lebar 60 cm, panjang 60 cm dan tingginya 90 cm, dibagian atas cekung , tidak jauh dari letak batu tersebut terdapat batu bata ukuran besar, tertata layaknya pondasi rumah. Situs ini berada di tepi sungai dan pada posisi menyudut ditempat inilah prediksi hunian pertama nenek moyang yang babad desa.

Istilah Pojok itu sendiri bermula dari lokasi situs yang sekaligus tempat hunian dua prajurit Majapahit. Prajurit tersebut diutus oleh sang raja untuk memperluas wilayah kerajaannya yang kemudian diberi nama desa ini desa Pojok.

Kondisi tanah desa sangat subur, sehingga digunakan sebagai lahan pertanian. Walaupun sebelah selatan sungai dulunya tanah tegalan yang kebetulan air hanya mengandalkan air hujan, dengan adanya kemajuan teknologi dan tuntutan kebutuhan, sekarang sudah banyak terparang sumur pompa air, sehingga kebutuhan air pertanian semakin tercukupi. Harga tanahnya pun semakin mahal. Sebelah utara sungai sebagai lahan pertanian dan pemukiman jenis tanaman utama adalah padi dan polowijo. Padi bisa panen tiga kali setahun. Kebutuhan air minum semenjak tahun 2019 telah tercukupi dengan adanya program Pamsimas. Kualitas air bersih sudah teruji melalui tes uji khusus bebas bakteri ecoli.

  Situs budaya dan tempat bersejarah

Situs Budaya

Di desa Pojok terdapat benda – benda peninggalan sejarah seperti tersebut diatas, namun masih ada yang lain belum terungkap kesejarahannya.

Salah satu situs yang sampai sekarang dijadikan tempat acara “Bersih Desa” / sedekah bumi yakni punden “Sitinggil”, konon ceritanya sebagai makam nenek moyang yang babad desa.

Tradisi “Bersih Desa” diselenggarakan setiap bulan suro pada hari jumat pon, dengan menggelar seni tayub / gambyong dipunden. Tradisi tersebut sekaligus sebagai wahana melestarikan seni budaya jawa yang adi luhung, aset budaya bangsa, kekayaan budaya bangsa. Maksud “Bersih Desa / sedekah bumi adalah bentuk syukuran kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas keselamatan kesehatan dan kesejahteraan warga desa dengan harapan senantiasa kehidupan warga Pojok hidup sayuk rukun, guyup rukun, walau terdapat perbedaan agama.

Tempat Bersejarah

Pundung

Pojok pernah mengalami masa kelam saat terjadinya pemberontakan PKI pada tahun 1948 yang dipimpin Muso. Pada tanggal 18-20 september 1948 terjadi pemberontakan terhadap aparat kepolisian dan warga yang terjadi di area pundung. Delapan korban polisi antara lain :

  1. Samingun
  2. Senen
  3. Rebu
  4. Kemis

Dan 8 orang tidak dikenal. 

Sebagai penghargaan dan penghormatan kepada korban, setiap hari bayangkara aparat kepolisian sektor kawedanan selalu mengadakan ziarah dan tabur bunga di lokasi makan pundung. Kondisi makan terawat, walau lokasinya ditengah tengah persawahan untuk mepermudah menuju lokasi makan segera dibangun talud jalan.

Cungkup

Saksi bisu kekejaman PKI Madiun 1948 yang kedua berada disebelah barat desa, ditepi jalan raya Pojok Ngunut. Disitu ada Cungkup dan nisan pada korban.Terdapat 5 batu nisan dalam Cungkup yang terdiri dari penjabat desa Pojok dan warga, antara lain :

  1. Mangun Sukiran (Lurah)
  2. Kasdan (Putra Lurah)
  3. Abdul Rokmad (Sambong)
  4. Markum (Jogoboyo)
  5. Kasiman (Tokoh Masyarakat)

Pemerintahan

Pemerintahan desa Pojok bermula kedatangan prajurit Mojopahit dan akhirnya tinggal di Pojok. Prajurit tersebut adalah Irodrono dan Surodrono. Dua orang ini mengambil inisiasi mengadakan pilihan kepala desa, yang akan memimpin desa. Model pemilihannya disebut “Thok-thok glathok”, demokrasi ala itu modelnya begini calon lurah (jago istilah jawa) yakni Irodrono dan Surodrono bersaing berdiri berdampingan layaknya akan baris, dan memang selanjutnya membentuk dua barisan. Pemilih bebas memilih dengan cara berdiri mengikuti dibelakang jago. Setelah selesai pemilih semua berdiri kemudian dihitung jumlah anggota barisannya, pengikut terbanyak diperoleh Surodrono. Namun pada saat menerima SK istilah saat itu beselit, setelah dibuka dari amplop, ternyata yang menjadi kepala desa Irodrono. Indikasi main politik sudah terjadi, singkat cerita Irodrono resmi menjadi kepala desa Pojok pertama kali. Selesai masa pemerintahan Irodrono kepemimpinan / lurah dilanjutkan dengan model pemerintahan menggunakan lidi / biting.

 

Daftar Pustaka

Kartohadikoesoemo, 1965, Desa, Bandung, Sumur Bandung.

Kartohadikoesoemo, Soetardjo. 1984. Desa. Yogyakarta: PN Balai Pustaka.

Sumardjo. 2010. Model Pemberdayaan Masayarakat Dan Pengelolaan Konflik Sosial Pada Perkebunan Kelapa Sawit Di Propinsi Riau. Riau. 287 Hal.